Bismillaahirrahmaaniirahiim ☺
Oleh Ibu Septi Peni Wulandani
Komunikasi merupakan salah satu kunci kesuksesan
dalam membangun rumah tangga. Baik antara pasangan suami istri maupun
antara orangtua dan anak. Kunci dari komunikasi adalah pesan yang
disampaikan diterima dengan benar oleh pihak yang kita ajak berbicara.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan. Komunikasi dikatakan produktif jika pesan telah tersampaikan dan diterima dengan baik. Mengapa kemudian komunikasi produktif ini menjadi penting? Karena komunikasi ini yang nantinya menjadi salah satu pilar untuk menjalin ikatan yang kuat dalam mewujudkan visi dan misi keluarga.
Saat melakukan komunikasi, ada beberapa MENTAL WARRIOR yang harus diwaspadai, yaitu :
↓↑Mr. Ah Bad : selalu melihat segala sesuatu dari sisi keburukan
↓↑Mr. Cold Water : selalu cuek dengan sekitarnya
↓↑Mr. Lose Lose : selalu serba kalah (mudah menyerah)
Ketiga unsur ini harus dikendalikan dalam diri kita, dengan cara pintar-pintar berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Oleh karena itu ▶
♥FOR THINGS TO CHANGE, I MUST CHANGE FIRST ♥Bagaimana caranya
♥Mulai membuat komunikasi produktif;
♥Mulai berkata positif dan memberi energi positif pada diri sendiri terlebih dahulu;
♥Mulai memandang sisi positif dari diri sendiri terlebih dahulu.
→KATA = POLA PIKIR KITA←
Pilih kata-kata kita. Karena kata-kata merupakan
wujud pola pikir kita.
♥KATA = PEMBAWA ENERGI. Kata / kalimat positif
akan selalu memberikan energi positif besar pada diri kita.
♥KATA = DIRI
KITA. Apa yang sering kita ucapkan, maka ituadalah identifikasi diri
kita.
Protect yourself dari 3 mental warrior yang harus
diwaspadai diatas. Manakala mental warrior tersebut ada pada diri kita,
segera katakan, “Cancel..cancel.. Go away!”. Jika masih tetap ada,
segera katakan,“SWITCH!”. Ganti segera dengan hal sebaliknya. Karena
musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Jika sudah bisa
menaklukkan diri sendiri, Insya Allah semuanya bisa berjalan lancar.
∟THE MAGIC COMMUNICATION∟
Ada kalanya pada saat melakukan komunikasi, pesan
tidak tersampaikan secara tepat. Oleh karena itu, perlu diperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
1. ☺Fokus pada solusi, bukan pada masalah. Pada saat
menemukan masalah, fokus pada solusi, segera temukan solusinya.
Kepercayaan diri anak juga kita dibangun dari kebiasaan kita memandang
persoalan.Ganti kata tidak bisa, menjadi BISA. Kuncinya adalah segala
sesuatu bisa kita kita pelajari. Kalimat SAYA BISA, akan membangun
kepercayaan diri kita.
2. ☺Katakan apa yang kita inginkan, bukan apa yang
tidak kita inginkan. Menyampaikan apa yang kita inginkan akan menjadi
efektif setiap kita berkomunikasi dengan anak dan keluarga kita.
3. ☺Fokus ke depan, bukan pada masa lalu. Jika anak melakukan kesalahan, beri kesempatan kembali. Sampaikan resiko serta solusi sebagai antisipasi sebelum kejadian yang sama terulang. Jadi anak memahami resiko dan solusinya, sehingga mereka tetap semangat untuk mencoba kembali. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahannya di masa lalu.
3. ☺Fokus ke depan, bukan pada masa lalu. Jika anak melakukan kesalahan, beri kesempatan kembali. Sampaikan resiko serta solusi sebagai antisipasi sebelum kejadian yang sama terulang. Jadi anak memahami resiko dan solusinya, sehingga mereka tetap semangat untuk mencoba kembali. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahannya di masa lalu.
Komunikasi lisan erat kaitannya dengan kata-kata yang digunakan. Jenis komunikasi ini pula yang sering kita gunakan pada saat berkomunikasi dengan anak. Oleh karena itu, pada saat berkomunikasi dengan anak, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. ↓↑Anak tidak memahami kata JANGAN.
Kata JANGAN jika diucapkan secara terus-menerus, akan memicu kekhawatiran pada diri anak, dan akhirnya menjadi penyebab munculnya ketidakpercayaan diri pada anak.Ketika kita mengurangi kata JANGAN, maka anak akan fokus pada hal yang benar saja.
2. ↓↑Keep Information Short and Simple (KISS).
Pesan yang terlalu panjang (bertele-tele) tidak akan efektif dalam berkomunikasi.Penerima pesan (komunikan) hanya akan mengingat sebagian saja dari pesan yang disampaikan.
3. ↓↑Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan.
Tidak selamanya anak akan menjadi hebat dengan kata SAYANG secara terus-menerus. Pujian dan kritikan harus disampaikan secara seimbang. Pada saat akan melakukan kesalahan, kita bisa memberikan kritikan secara tepat. Begitu pula pada saat anak melakukan kebaikan, kita juga bisa memberikan pujian secara tepat. Jika ini dilakukan secara seimbang, kita akan menjadi orang tua yang adil.
4. ↓↑Kendalikan suara dan gunakan suara ramah.
Jika anak berada pada jarak 1 – 2 meter dari kita, maka datangi mereka dan sampaikan pesannya. Kita tidak perlu berteriak untuk menyampaikan pesannya.
5. ↓↑Seringlah member kejutan menarik pada anak.
Kejutan akan memberikan kesan yang tidak terlupakan bagi anak, dan juga akan mempunyai efek timbal balik pada diri kita.
!!!Beberapa kesalahan yang terjadi dalam komunikasi sehingga memicu misskomunikasi adalah pesan tidak sampai karena kesalahan dalam pemilihan kata-kata. Untuk itu CHANGE YOUR WORDS. Ganti kata / kalimat negatif dengan kata / kalimat positif, misalnya :
→Masalah ▶TANTANGAN
→Susah ▶MENARIK
→Saya tidak tahu ▶ SAYA CARI TAHU
→Yaaah ▶ YESS!
Sumber : KULWAPPBAR IIP Tangsel, IIP Tangerang dan Hebat Banten
www.ibuprofesional.com
_WithLove♥_
Ika, 13 April 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar