Bismillaahirrahmaanirrahim☺
Kita mulai dengan melihat beda antara ‘kerumunan’ dan 'team’.
Para penggemar bola tentu tak asing dengan Barca,
tempat Lionel Messi dan Neymar mengukir prestasi, tapi tak mungkin
sendiri. Setiap pemain mengerti posisi, tugas, peran dan tujuan. Mereka
saling mengerti bahkan tanpa keluarnya satu kata pun, memberikan support
satu dengan yang lain. Menyajikan permainan cantik yang membuahkan goal
kemenangan, rapat menjaga dari serangan lawan. Ini satu contoh TEAM.
Kerumunan dan Team sama-sama merupakan kumpulan orang. Kerumunan tak mempunyai tujuan bersama yang menyatukan mereka, tak ada komunikasi untuk saling mengerti. Yang menyatukan mereka hanya karena kebetulan berada di tempat yang sama.
Team disatukan oleh tujuan bersama, tatanilai yang
diyakini semua, komunikasi dan interaksi yang membuahkan saling
mengerti, tahu peran, posisi dan tugasnya, saling memberikan dukungan
dan bantuan, gembira bersama bergerak menggapai impian.
Mari kita tengok keluarga kita, lebih dekat dengan ciri-ciri kerumunan ataukah team?
Sebuah hometeam berbeda dengan team lainnya. Hometeam
tidak bisa sesuka-suka ganti pemain, anggotanya memiliki usia dan
tingkat kematangan yang berbeda-beda, ada peran-peran yang secara
alamiah sudah melekat pada anggotanya, ada pula yang dapat
berganti-ganti dimainkan. Hometeam memerlukan manajemen yang unik.
Sebagian dari kita menganggap akan bisa dengan sendirinya mengatur
rumahtangga bila tiba waktunya, ketrampilan itu akan tumbuh secara
naluriah. Bukankah orang tua kita juga tak repot-repot belajar saat
membesarkan kita?
Barangkali memang demikian. Namun bila yang hendak
kita bangun adalah 'A’ HomeTeam, hometeam yang berkualitas 'A’ dan bukan
sekedar hometeam maka ada hal-hal yang perlu kita cermati.
Kita dengan pasangan hidup kita dipertemukan dan
disatukan setelah dewasa. Sebelumnya kita dibesarkan di lingkungan
berbeda, melalui jalan berbeda, dengan cara berbeda, dan mungkin juga
dengan tatanilai yang berbeda. Maka langkah pertama adalah
banyak-banyaklah membangun KOMUNIKASI, verbal maupun non verbal.
Sering-sering ngobrol bareng, melakukan kegiatan bersama, membicarakan
apa yang kita sukai dan tidak kita sukai, memahami gelagat dan bahasa
tubuh. Jangan diam saja dan menganggap pasangan hidup kita pasti tahu
atau seharusnya tahu. Pasangan hidup kita bukan dukun kan?
Yang pertama dibangun adalah tatanilai bersama, our values. Tak perlu
banyak, yang utama dulu saja yang akan menjadi INDUK NILAI. Induk nilai
Tanah Perdikan Margosari adalah iman dan kehormatan.
Meski rumusannya sederhana, proses ini bisa jadi
berdarah-darah, penuh tetesan air mata. Maka Anda dan pasangan perlu
menyepakati konstitusi dan aturan main dasar. Kami memiliki 3 langkah
saja: 1. Mesti TETAP BERKOMUNIKASI seberapa pun marahnya. 2. Segala
keputusan yang dihasilkan dalam keadaan marah, BATAL demi hukum. 3. Bila
terjadi selisih atau beda pendapat, kembali kepada al QUR'AN dan al
HADITS.
Proses ini bisa jadi lama, jangan berharap bagai
membalik telapak tangan: Plek, selesai. Tidak! Intensitas komunikasi dan
main bareng akan sangat menentukan. Maka perbanyaklah sarananya.
Misalnya: Makan bareng, sholat berjamaah, bermain bersama, ngopi pagi,
dll. Manfaatkan teknologi, bikin grup keluarga di wa/line/bb dll. Share
hal-hal baik yang mencerminkan nilai keluarga.
Setelah itu kita akan lebih enak untuk membicarakan
TUJUAN keluarga. Tidak harus sekali jadi, biarkanlah tujuan ini dinamis
dan berkembang. Secara berkala dibicarakan bersama. Dengan mengetahui
tujuan bersama dan sasaran masing-masing, setiap anggota keluarga jadi
tahu hal-hal yang dibutuhkan yang lainnya. Dengan demikian mereka
mengerti bila hendak men-support yang lainnya. Bila saat ini sepertinya
tidak ada kerjasama dalam keluarga, yang satu tak mau membantu yang
lainnya, barangkali karena yang satu dan yang lain tidak saling mengerti
apa yang diperlukan. SALING MEMAHAMI adalah dasar tumbuhnya kerjasama
team.
Aturannya: Understand first then to be understood.
Dan kuncinya adalah KOMUNIKASI. Kita bahas di lain kesempatan. Sukses selalu!
Sumber : KULWAPPBAR IIP Tangsel, IIP Tangerang dan Hebat Banten
www.ibuprofesional.com
_WithLove ♥_
Ika, 14 April 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar