Bismillaahirrahmaanirrahiim...
"Anakmu bukan milikmu,ia adalah milik jamannya, boleh kau berikan rumah untuk raganya tapi tidak untuk jiwanya, karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi walaupun dalam impian……"(Kahlil Gibran-Anak)
Penggalan puisi di atas mengingatkan kepada kita bahwa tugas orangtua adalah menghantarkan anak-anak untuk siap menemui masa depannya. Meskipun anak-anak adalah homo ludens (makhluk yang suka bermain) tetapi mendidik mereka tidak bisa “Main-main”. Butuh keseriusan para orangtua untuk mempersiapkan anak tersebut mencapai gerbang mimpinya. Butuh sikap profesional dalam mendidik mereka.
Salah satu definisi kata “Profesional” adalah
memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya (sumber : kbbi).
Sehingga bukan suatu hal yang mustahil apabila ada seorang ibu yang
bangga akan profesinya sebagai ibu, menjalankan aktivitas mendidik anak
dan mengelola keluarganya dengan berlandaskan sebuah ilmu. Ada satu
kalimat dahsyat “jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu
terjadi maka tunggulah titik kehancurannya”.
Bagaimana langkah menjadi Ibu Profesional.
1. Menguatkan value ( nilai ) yang akan kita gunakan selama menjalankan peran sebagai Ibu.
Value ( Nilai) dari Ibu Profesional adalah :
a. Never stopped running, THE MISSION ALIVE ( Ibu Professional tidak akan pernah berhenti menjalankan misi dan tugas hidupnya, dengan sukacita. Teruslah bergerak, misi tak pernah mati)
b. Don't Teach Me, I LOVE TO LEARN (Ibu Professional adalah ibu yang senang belajar,tak pernah berhenti hingga mati, proaktif mencari ilmu untuk kemaslahatan diri,suami dan anak-anaknya)
c. I Know, I can be BETTER (Ibu Professional bertekad untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, karena orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari yang kemarin)
d. Always ON TIME (Ibu Profesional adalah ibu yang menghargai waktu, dan selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah disepakati)
e. SHARING is CARING (Ibu Profesional sayang sesama, tak segan-segan untuk berbagi pengalaman, dan hanya membagikan pengalaman apa yang sudah dijalankannya)
2. Menetapkan COMMON INTEREST (ketertarikan bersama) yaitu ANAK, Melawan COMMON ENEMY (musuh bersama) yaitu PERASAAN tertindas di rumah sendiri:)
3. Mempelajari dan menjalankan Tahapan Ilmu di Ibu Profesional yaitu :
a. BUNDA SAYANG (ilmu tentang mendidik anak)
b. BUNDA CEKATAN (ilmu tentang mengelola diri dan? rumah tangga)
c. BUNDA PRODUKTIF (Ilmu tentang memahami passion diri sehingga muncul 4 E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn) aktivitas dalam hidupnya
d. BUNDA SHALEHA (ilmu tentang bagaimana kehadiran kita bisa bermanfaat untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya)
Pertanyaan 1 ( Bunda Dewi )
Ketika kita sudah berusaha menetapkan misi, banyak belajar tentang pengasuhan, tapi pada kenyataannya sulit sekali menerapkan ilmu yg sudah kita dapat dikarenakan apa-apa yang sudah terlanjur terekam di alam bawah sadar. Bagaimana caranya saya bisa memutus rantai itu. Ketika menghadapi anak, dan emosi menguasai, rasanya hilang semua ilmu yang telah saya pelajari..
1☺Bunda Dewi, pakai prinsip di pola belajar Ibu Profesional yaitu ONE BITE AT A TIME (Digigit sedikit demi sedikit dan ditelan dulu, baru diisi lagi). Sehingga bunda harus mulai menetapkan, pekan ini akan belajar menerapkan ilmu bunda sayang misalnya, bunda sayang pun terbagi dalam banyak cabang ilmu. Maka mulailah dengan misal komunikasi produktif ke anak. Maka pelajari satu ilmu tersebut, dan praktekkan, baru berpindah ke ilmu dan ketrampilan mendidik yang lainnya, setahap demi setahap.
Yang menjadi permasalahan kita saat ini adalah menimbun berbagai macam ilmu parenting, tapi tidak ada yang dipraktekkan, maka hasilnya justru membuat bunda makin galau dalam pengasuhan anak-anak.
Pertanyaan 2 ( Bunda Mia )
Bagaimana sikap aplikatif dari Menetapkan COMMON INTEREST (ketertarikan bersama) yaitu ANAK, Melawan COMMON ENEMY (musuh bersama) yaitu PERASAAN tertindas di rumah sendiri:)
Bisa kasih contoh aplikasi nyatanya? Terima kasih.
2☺ Bunda Mia, syarat untuk membangun sebuah tim yang solid adalah memiliki dua hal tersebut common enemy dan common interest. Contoh Common interest adalah bersamanya kita di dalam IIP itu ada ketertarikan yang sama yaitu tentang "peningkatan kualitas pendidikan anak dan keluarga". Sedangkan Common enemy kita adalah "ingin meraih kembali hak mendidik anak di tangan orangtuanya".
Sumber :
KULWAPPBAR IIP Tangsel, IIP Tangerang dan Hebat Banten
www.ibuprofesional.com
_WithLove ♥_
Ika, 08 April 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar