Sabtu, 28 November 2015

Sedekat dan Senyaman Inikah Golongan Darah B ?

Bismillaahirrahmaanirrahiim....☺
Rabbii....
Pintaku tak banyak hanya "Selipkan namaku dalam kebaikan ini"
Mungkin naif bila hanya merasa tapi tak di rasakan merasuk ke dalam hati...
Berlebihan jika rasa ini mengunyah lembut kebaikan yang tak mendasar.

One...
Ayahku golongan darah B.
Walau pun kami sudah lama jauh,,,bahkan hampir lupa rasa di sayang , di manja bahkan timang seorang Ayah. Tetap saja aku buat rasa nyaman di dekatnya. Sewaktu kecil aku terbiasa di manja olehnya,,,secara aku anak wanita yang ragil tapi waktu bergulir begitu cepat. Dewasa sebuah pikir yang tak jarang aku takuti dahulu. Ya,,, pernah terbesit tak ingin berpikr dewasa, entahlah inginnya menjadi anak kecil yang apa-apa musti di momong.
Darinyalah tercipta diri ini yang banyak menyusahkan orang-orang tersayang, membuat khawatir, bahkan saking keras kepala, tak jarang amukan egoisme terpecahkan dengan benturan macam ujian hidup, baru bisa memuhkan pikir yang egoisme itu.
Ilustration with my Ayah ☺
I'am Havent Pic My Ayah :'(

Two...
Mamasku golongan darah B.
Beliau yang secara tidak langsung menjadi contoh hidupku saat ini. Darinyalah aku belajar mandiri. Belajar tidak cengeng. Walau sebenarnya hati ini merasa rapuh,,, tak sepantasnya aku berkeluh pada selain Dia. Beajar menjadi sosok yang kuat itu tidak ada yang instant. Perlu pembiasaan dan di lakukan setiap waktu. Hmmm...ngomongin kuat itu diri ini sebenarnya lemah, wanita yang terlahir ke dunia hanya dengan berat timbangan kira-kira dukun bayi saat aku lahir yaitru 2,5 kg. Alhamdulillaah Allaah anugerahkan Ibu yang kaut dalam do'anya beliau pasti ingin anak-anaknya menjadi seorang anak-anak yang bisa menjadi penolongnya kelak di JannahNya Aamiin...☺
Mamasku orang yang paling keras mendidik seorang adik kandungnya yaitu wanita seperti ku.
Sejak kecil kami hidup tak pernah akur,,,bagaikan kucing dan tikus,,,hahay,,keinget film kartun TomJer :-p

Bisa akur hanya dalam hitungan menit, selanjutnya pasti bertengkar dan taukah siapa yang nangis paling awal ? Yaitu aku. Hahay....sekuat apapun aku untuk tidak nangis tetap aja nangis di buatnya.
#dasarCingeng :-p
Terlebih ketika saat pernikahannya. Huaa....teringat jelas bahkan lebih besar pakai kaca pembesar...hehehee.....
Mamasku August Setiawan ♥
Gayabaru 2012☺
Saat keesokan lusa harinya beliau akan akad...diri ini sempat bertengkar hebat dengannya.
Sosoknya yang cuek terkadang buat diri ini pernah melakukan hal yang bodoh dan tak akan pernah terulang.
Dahulu saat diri ini sedang proses pubertas yang alhamduillaah bisa terlewati tanpa ada insident yang buat hati terus merasa jijik.. :-p.#KhalwatNonMahrom(PCRN). Diri ini sempat terobsesi ingin sekali-kali begitu...keluar rumah tanpa hijab, ahay...trending massa itu adalah anak diusiaku masih labil. Menanggalkan hijab adalah hal fatal yang pernah aku lakukan. Ceritanya nganter Ibu ke warung naik sepedah, lalu karena habis keramas ... so ingin coba aja keluar rumah tanpa hijab. Secara malam itu memang gelap di desakami masih sedikit listrik. Tak nampaklah pikir pendekku saat itu. Tetiba di saat aku akan melewati sebuah gang ada motor lewat dari arah depan haits..secara mendadak arah lampu sinarnya mengenai wajahku dan sedikit jelas bahwa aku tak pakai hijab. Lantas saat melintas di depan gorong-gorong ada teman beserta mamasku disana. Sambil mengendap-endap aku melewati saja dan Ibuku yang aku bonceng sudah ngomel memang sejak dari keluar rumah. Tapi namanya bandel...yaa.... lawan saja :-p
Saat arah pulang, terdengar gayuhan sepedah yang kian cepat mendekati aku dan Ibuku. Ternyata itu sosok mamasku. Di omelin habis -habisan dan tak lupa sambil diancam hueee.... memang mamasku selalu mengajarkan aku untuk mengancam jika terjadi kembali maka ... dan harus di tanggung akibatnya. Tertunduk diam seketika aku yang saat itu memang rada tomboy.

Hmmm,,jika mengingat sosoknya mamas aku terasa stronger women. Tak boleh kalah dan pantang nangis. Iya sosok yang aku kenal dari kecil yang berdampak pada kualitas mindset pola pikirku menghadapi masalah. Jazaakallaah khayran Mas...:') karena didikan mu aku belajar mandiri, menjadi sosok wanita yang harus kuat tak boleh rapuh walau aku sangat tau kau begitu rapuh sehingganya kau bersikeras mendidik adikmu yang tunggal ini harus tegas juga ↑↑↑.

Rabu, 11 November 2015

SA itu Strong Acid The Best For Me Like Love And Peace ☺

Bismillaahirrahmaaniirahiim ♥
Ini luka yang aneh tapi...
realy shalihah....
Pagi ku hari seperti biasa mengerjakan semuanya serba sendiri.
Maklumlah anak kostn yang ndak banget heeehh....
Masa' sieh satu kamar plus kamar tidur, kamar sholat, plus dapur.
Wee...tapi apapun itu patut untuk di syukuri ya shalihah.

Sebelum di Semprotkan SA ☻
Tepat jam 03.45 Am, alarm yang sudah senantiasa menemaniku hampir 8 tahun silam.
*Beuh...lama amat yak kapan dong jadi sehatinya ?
*Ntar biar Allaah yang atur kapan :-p

Yes...setiap pagi selalu cooking buat sarapan sebelum berangkat mencari ma'isyah *eleeeh...sok ikhwani segala ma'isyah.
Ehheeee...terlarut dalam beredaran waktu aku menelsuri waktu sedekit demi kian detik yang terpapar dalam jam dinding di kamarku.
Entah kenapa tetiba sesaat membersihkan perangkat masak(sutil)heheheee..Bahasnya jawen banget di kamar mandi tetiba nyesss...!#@^%####$$$%%%$###Langsunga aja tuh besi empyuk memakan daging tangan ku.
Tanpa sadar bahwa ternyata sebagian daging tangan sebelah kanan luka.

Selasa, 10 November 2015

Curhat Ke Orang Lain ?

Bismillaahirrahmaanirrahiim... ♥

Curhat ke orang lain ?
No..its very simple be me ☺
Becaouse Curahan Hati ini khusus ke Allaah saja ya shalihah ☺

Bukan perkara mudah tapi...
Bisa kok walau berbagai ujian kian mendesak.
Apalagi kita sebagai wanita yang punya banyak keluhan.
Naah..tugas kita bukan mengeluh ke manusia,,tapi taat ke Allaah.

Curhat ke orang lain adalah awal pindahnya cinta.
Cinta ke siapa sieh...
Yang jelas ke Allaah azza wa jallaah....

Senin, 09 November 2015

Ibu...Bu... Ibu Cobalah Untuk Menguatkanku Please ☺

Bismillaahirrahmaanirrahiim....♥
Forever love you Ibu♥

Pagi ini entah apa yang terfikir akan Ibuku ?
Ku sapa ia dalam suara jarak jauh (Handphone)....
Ku merasa sakitnya duhai Ibu ku sayang kian terasa.
Aku sadar bahwa bukan karena adanya aku atau tanpa adanya aku pula Ibu bisa menjalani kuatnya ujian hidup beliau.
Bu.... anakmu ini masih punya Ibu yang bisa anakmu jadikan pintu syurga. Tapi kenapa Ibu seolah -olah terasa tidak mengerti akan kondisi anaknya yang jauh darinya ?

Rabu, 04 November 2015

Prolog ini ♥

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... ☺

Ukhuwah seperti apa yang kau pinta ?

Tanyakan pada diri masing-masing.
Bukan sekedar saling bersama dalam kondisi hatimu. Tapi inti ukhuwah adalah saling mengingat dalam jarak jauh maupun dalam keadaan tiada pun. Kenali siapa dirimu, lalu kau bisa protes jikalau ukhuwah yang selama ini hangat terjalin tapi hambar untuk berlanjut semata karena bukan ingatan tapi karena nafsu belakamu.

Teruntuk jasad yang sudah lama tak nampak di depan diri ini maupun ada hembusan nafasnya bahkan aroma yang tercium khasnya jiwa itu, tenanglah, aku tetap mengingatmu. Ukhuwah ini akan selalu menjaga di kala sepi maupun ramai.

Duhai jiwa yang teramat baru untuk aku singgahi sejenak mengenalmu. Teramat lembutnya hadirkan lillaah di serpihan rindu bersamaNYA di malam nan hening. Tangis dan bulir tetesan air mata tak akan mampu untuk mendefinisikan namamu dalam doaku.
Kenali siapa dirimu, begitupula ukhuwah akan menjalin cinta sekeras kerja menjalin harmoni di dalam hati kita
‪#‎HijrahkuBersemiUkhuwahku‬
‪#‎TheLastDeadlineMe‬
04.11.15
_ika_

Ujian Ini Awal Suatu Istiqomahanku

 Bismilllaahirrahmaanirrahiim ☺


Batuk ini menyiksa jantung Rabbii.
Sehat itu memang mahal.
Sadari diri sejak dini duhai hati, jika kau berkeinginan cinta rahmaatNya senantiasa hadir di ceriamu.

Sejak hari Senin, 19 Oktober 2015 sudah muali berasa drop badan ini. Entahlah faktor cuaca yang tidak menentu, atau akibat kabut yang menyelinap masuk ke Natar dari kebakaran di Riau. Ahad esok ingin ku tajamkan izzah diri ini akan ilmu. Yeay....bisa bertemu dengan temnan-teman yang shaliha. Itu aku tunggu-tunggu selama 1 pekan rutin sibuk hal duniawi. Tapi ahad adalah hari terfree buat diri ini.

Aaaah... Aku masih saja belum bisa fith duhai hati. Ahad pun berselancar mendekati, sehingga harus aku siapkan secara materi karena diri ini yang mendapat tugas sebagai informasi "Berita" baik dalam maupun luar Indonesia informasi yang harus saya sampaikan. Sepertinya jarkoman sms kian mendek di salah seorang yang di beri amanah untuk menyebarkannya. Terlepas dari itu saya sampai di tempat liqo'an. Sepi suasanya, hanya seorang budhe-budhe yang terlihat akan keluar rumah sang MR. Saya tanyakan ke beliau "budhe... mba xxxxx ada " Sapaku pada budhe itu. Dengan wajah sumringah budhe itu menjawab, "Ada masuk aja ya, sejak dari tadi pagi mati lampu" jawab budhe itu sembari jalan meninggalkan saya di depan rumah sang MR.