Rabu, 30 Maret 2016

Materi Awal Melatih Kemandirian Anak ♥

Bismillaahirrahmaanirrahiim...


Melatih Kemandirian Anak

Kemandirian adalah kunci utama untuk percaya diri. Kondisi saat ini, anak terbebani dengan berbagai tugas sekolah, puncaknya adalah stress. Ditandai dengan perubahan mental seperti takut bertemu banyak orang, pelarian ke games, akhirnya malah ortunya yg mengerjakan.



Indikator anak tidak mandiri :
1. Takut saat lepas dari ibu atau orang terdekat.
2. Kemandirian berkorelasi dengan percaya diri. Ibu yang tidak sabar membiarkan anak makan sendiri, akhirnya anak disuapin, ini menjadikan anak tidak mandiri.


Tips meningkatkan percaya diri yang utama adalah dari sisi kemandirian.
3. Cek bagaimana aku di mata anakku. Anak harus melihat ibunya sebagai sosok mandiri. Sebagai role model.

Beberapa penyakit orangtua berdasarkan hasil survei:
a. Memanjakan anak, memberikan apa yg tidak dibutuhkan anak dan melakukan berbagai hal buat anak yg sebenarnya bisa dilakukan sendiri. Seperti saat anak pakai sepatu, ortu yang mengikat tali sepatunya. b. Tidak konsisten, mengikuti kemauan anak, aturan sangat longgar, tidak ada punishment ketika melakukan kesalahan. Punishment itu bukan hukuman, tapi kesepakatan. Cek apakah kita sendiri commit terhadap kesepakatan yang telah dibuat atau justru melanggarnya.
c. Unsecure, takut kehilangan anak.
d. Merasa bersalah, setiap hari kerja terus dan tidak ada waktu utk anak.
e. Pengalaman masa kecil, balas dendam masa kecil.
f. Tidak mau ribut dengan anak.


Apa yang diperlukan
1. ♥konsistensi,
2. ♥motivasi,
3. ♥teladan.
Pendukung kemandirian anak:
a. Rumah didesign untuk anak. Contoh : untuk menyalakan lampu, posisi saklar jangan seposisi org dewasa.
b. Membuat aturan bersama anak.
c. Konsisten menerapkan aturan.
d. Anak diberitahu resiko.
Saat ikut masak, anak diberitahu tentang resiko kena cipratan minyak.
e. Anak diberikan tanggung jawab sesuai dengan tingkatan umur dan kemampuan.
f. Memotivasi anak.
 

Tolak ukur kemandirian anak:
a. 0-12 bulan, tahap sensomotorik, sangat tergantung orang lain.
b. 1-3th, diajak mengontrol diri sendiri. Toilet training, berbicara jika butuh sesuatu, membereskan mainan, mengambil baju.
c. 3-5th, menunjukkan inisiatif yg besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginan sendiri, meniru perilaku dewasa. membereskan mainan, membantu ibu menaruh piring kotor/baju kotor. Beri peran, misal sebagai direktur sampah, manajer toilet, sambil bekerja.
d. Usia sekolah, pembelajar mandiri. Kemampuan anak untuk mengontrol pembelajarannya sendiri,muncul internal motivation.


Tahapan membuat anak mandiri:
a. Awali dengan keterampilan mengurus diri sendiri, seperti makan, gosok gigi dll.
b. Beri waktu untuk bermain bebas.
c. Membantu tugas rumah, menyiram tanaman, membuang sampah.
d. Biarkan mengurus waktu sendiri, dlm urusan bermain dan belajar.
e. Beri tanggung jawab dan mintai pertanggungjawabannya.
f. Kondisi badan fit dan kuat. Imbangi dengan olahraga dan main di alam.
g. Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri. Ingat anda tidak selalu bersama mereka.


Apresiasi kemandirian anak:
a. Buatlah list kemampuan kemandirian.
b. Buat program one week one skill.
c. Lanjutkan dengan program pembiasaan selama 30 hari.
d. Catat kebaikan anak, abadikan portofolio kemandirian anak dalam bentuk apapun sesuai kreasi anda masing-masing

Salam Ibu Profesional /Septi Peni Wulandani/

Yeayh!
Bekal again...
#Thank Before sharing by Inbox mba Fatkh ☺

Sumber :

KULWAPPBAR IIP Tangsel, IIP Tangerang dan Hebat Banten
www.ibuprofesional.com

_WithLove ♥_
Ika, 31 Maret 2016

2 komentar:

  1. Suatu hari nanti anak sy akan saya ajarkan sesuai ISI di artikel ini Hiiii

    BalasHapus