Bismillaahirrahmaanirrahiim....
#Sore 22 Desember 2015
Sore itu aku pulang kerja di kelilingi rasa ingin segera bertemu sang Ibu.
Tubuhnya semakin lemah dan aku yakin banyak fikir yang mengumpul dalam otaknya. Ibuku sayang apakah kau lelah bu ?
Aku merasakan lelahnya bertubi-tubi mencari sesuap nasi. Demi kau bahagiakan kami anak-anakmu kau rela menjadikan dirimu tulang punggung keluarga ini. Lelah aku menjaganya ternyata hempasan ucapku mulai merajai tinggal istighfar dalam benakku. "Bu,,,ada ya orang tua yang tega dengan anaknya sendiri" Ucapku pada beliau. "Siapa ?" Tanya sang Ibu. "Ayah" Jawabku sambil mendesir tangis.
![]() |
| Terenak di dunia pertama kalinya adalah menu Ibuku Sayang ♥ |
"Sudahlah Ka...Lupain aja" Tutur sang Ibu dengan nada menbujukku agar tak lebih kencang aku menangis. hiks...hiks...huaaa.... tak tahan lagi aku memendam sekian lama bahwasannya aku benci Ayahku. Bagaimana tidak jika saja anaknya yang tengah tumbuh dewasa tidak diperhatikan, di berikasih sayang, di elus lembut kepalanya, di nasihati dalam sikap dan di beri wejangan bijak dari sang Ayah. Aku anak perempuan yang seharusnya bisa mendiskripsikan seperti apa kelak pendamping hidupku. Bisa menemaniku dalam berjuang dalam kehidupan tapi....Semuanya nol besar, aku besar di lingkunagn yang serba Ibu. Ketika pertanyaan datang "Seperti apa kriteria mu " Maka aku hanya tertunduk lesu. Karena sejatinya kriteria itu telah wafat, dan yang umumnya tidak aku temui didalam kehidupanku.
Apa yang aku banggakan dalam hidup kecuai taqwa Rabbii ?
Apa yang akau cari di dunia ini kecuali ridhoMu Rabbii ?
Aaagrh....jika saja aku bisa sedewasa dan sehebat wanita yang saat ini sudah berumah tangga dan mapan dalam berfikir.
Bismillaahirrahmaanirrahiim....
Rabbii..ampuni segala dosa ku yang telah lalu,,,hapuskan sedihku dengan berkahMu dihari nanti.
Tuntun aku dijalan kebenaran, kuatakan kaki ku untuk jalani semua ujian ini. Hadirkan teman yang kelak bersamai dalam JannahMu, bukan duniaMu saja. karena aku terlahir tidak dalam keadaan bisa bahkan kuat dalam hal apapun tanpa seorang teman Rabbii ....
Ibu..esok aku ingin pulang kerumah bertemu denganmu memelukmu erat dan mungkin akan menagis dipelukanmu. Aku akan kalah kan rasa benciku dengan menyayangimu utuh tanpa jeda esok. Aku ingin memijit kaki mu yang kian lemah tak berdaya menapaki jalan hidup ini. Dan terlebih aku akan memandangi wajah sayumu Ibu :'(
Aku akan buatkan special pudding puyo agar kau bahagia esok. Aku ingin dekatmu esok bu...
#Natar 23 Desember 2015
#SambilNangisMenulsikannya
#AmbilHikmahnyaAja
#IngatkahJikaAllaahMahaSayang

Aamiin Yaa Mujiib,semangaat mb'e sholihah. Insyaa Allaah, hal terindah akan hadir :)
BalasHapusAamiin Yaa Mujiib,semangaat mb'e sholihah. Insyaa Allaah, hal terindah akan hadir :)
BalasHapus